Senin, 29 Juni 2009

Deskripsi Diri

LAMPIRAN P.V












INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN


Deskripsi Diri




IDENTITAS DOSEN

1. Nama Dosen yang diusulkan : Drs. Khoirul Abror, M.H
2. NIP/NIK/NRP : 150231379
3. Perguruan Tinggi Pengusul : IAIN Raden Intan Lampung
4. Nomor Peserta :








Direktorat Pendidikan Tinggi Islam
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
DEPARTEMEN AGAMA RI
2009



BAGIAN I


A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran (Usaha dan Dampak Perubahan)


Perlu saya informasikan, bahwa pendidikan saya adalah alumni Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan Jurusan Peradilan Agama (S1 tahun 1986), dan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Konsenterasi Hukum Pidana Ekonomi (S2 tahun 2003)

Mata Kuliah yang saya tempuh (asuh) beberapa tahun terakhir ini adalah, Mata Kuliah Fiqh; meliputi Fiqh Ibadah, Fiqh Munakahat. dan Ilmu Akhlak.

Ketiga mata Kuliah tersebut, (Fiqih Munakahat dan Ilmu Akhlak) merupakan mata kuliah teoritis, sedangkan mata kuliah (Fiqh Ibadah) selain bersifat teoritis, juga bersifat aflikatif, melalui latihan-latihan, baik di kelas, maupun di Masjid melalui program Praktik Pengamalan Ibadah (PPI).

Pada awalnya dalam memberikan kuliah, saya cenderung menggunakan metode ceramah divariasikan dengan tanya jawab/ diskusi dengan porsi 60 % ceramah dan 40 % tanya jawab/ diskusi. Dengan strategi demikian, setelah saya amati aktivitas dan antusias belajar mahasiswa biasa-biasa saja, dan hasilnya juga biasa-biasa saja, dalam arti kurang menggembirakan.

Menyadari hal tersebut, secara bertahap tahun demi tahun saya memberikan strategi pengajaran yang sama dengan diawali Kontrak Pembelajaran kepada mahasiswa. dengan menggunakan porsi ceramah 40 % dan tanya jawab/ diskusi 60 %, dan saya buatkan/siapkan buku ajar sebagai bahan bacaan mereka, dengan judul ”Fiqh Ibadah-I”cet. April 2002, ISBN:979-3161-01-0) . Latihan-latihan yang semula cukup di kelas, dan di kelompok, ditambah deangan latihan praktik di Masjid
Contoh: Latihan sholat Janazah, Praktik Pembuatan Kain Kafan bagi orang meninggal. Mahasiswa langsung berpraktik dengan menggunakan peralatan gunting dan kain secukupnya, serta boneka, sekaligus mengaplikasikan dan menjalankan kewajiban ibadah bersama.

Dengan kondisi demikian, antusias dan aktifitas belajar mahasisawa menjadi lebih bergairah dan meningkat, yang semula tidak tau sehingga mereka paham dan tau begitu juga pemahaman mereka terhadap materi. Demikian pula hasil belajarnya, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan mahasiswa mengusulkan siap untuk dibentuk kelompok pembuat kain kafan, yang apabila sewaktu-waktu diperlukan bagi keluarga yang meninggal

Kepada teman-teman dosen (sejawat) dan dosen pengasuh mata kuliah yang sama pada program studi yang berbeda, hal ini saya sosialisasikan, dan sampai saat ini saya dan teman-teman telah mensosialisasikan secara rutin.

B. Pengembangan Keilmuan/ Keahlian Pokok (Produktivitas dan Makna Kerja Ilmiah
Sampai pada tahun 2009 ini, sudah 21 tahun saya bertugas sebagai dosen tetap di Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan Bandar Lampung, yaitu sejak tahun 1988 sampai saat ini. Selama 21 tahun tersebut sudah banyak pula kegiatan keilmuan (Penelitian) yang telah saya laksanakan, antara lain sebagai berikut:

1. “Klinik Tradisional Dalam Upaya Menghimpun Tenaga Kerja Wanita, Studi Kasus Pada Panti Pijat di Kecamatan Teluk Betung Selatan” (Penelitian Individu), yang dibiayai oleh SPP/DPP IAIN Raden Intan Tahun 1999

2. “Problematika Pengurusan Janazah Tanpa Identitas” Penelitian yang dibiayai oleh SPP/DPP IAIN Raden Intan Th 2001, (ISBN: 979-3161-01-9)

3. Menyusun Buku dengan judul “Fiqh Ibadah” Jilid-I, Cet. April 2002, (ISBN: 979-3161-01-0) atas biaya sendiri

4. “Antisipasi dan Solusi Kekerasan Massa” (Hasil Penelitian yang dipublikasikan Dalam bentuk Buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional, Desember 2003, (ISBN: 979-3161-42-6)

5. “Analisis Hukum Islam Tentang Panti Pijat” (Hasil Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan Kebudayaan Islam), Al-‘Adalah, No.4 Edisi Januari-April 2004, ISSN: 0854-1272) atas biaya sendiri

6. “Dakwah Pembangunan”, (Hasil Penelitian/ Pemikiran yang dipublikasikan dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional), Mei 2005, (ISBN: 979-3161-49-3).

7. ”Perlindungan Korban Kejahatan dalam Proses Peradilan Pidana”. (Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan Kebudayaan Islam) Al-‘Adalah No. 10 th 2006, ISSN: 0854-1272

8. “Derita Korban Perkosaan sedarah (Incest)”. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan Kebudayaan Islam Al-‘Adalah No. 9 th 2006, ISSN: 0854-1272

Disamping mengadakan penelitian, juga sering mengikuti dan menulis karya ilmiah lain seperti: Lokakarya, dalam Jurnal dan harian Media Massa, antara lain sebagai berikut:

1. “Dari Kerangka Dasar LKM Menuju Insan Kampus Yang Berkualitas” dipublikasikan dalam Majalah ilmiah Menara Intan Tahun VIII No. 5 & 6 Edisi September 1989

2. “Perspektif Islam Tentang Homo Seks” yang dipublikasikan dalam Majalah Al-‘Adalah No. 8 Edisi Juli - September 1993

3. “Wanita dalam Sorotan Islam Dulu dan Kini” (Karya Ilmiah dalam Majalah Al-‘Adalah No.11 Edisi April - Juni 1995

4. ‘Hukum Islam Tentang Hadhonah” (Karya Ilmiah dalam Majalah Al-‘Adalah No. 12 Edisi Juli - September 1995

5. “Konsepsi Hukum Islam Menuju Keluarga Bahagia” (Karya Ilmiah dalam Majalah Al-‘Adalah No. 14 Edisi Maret 1996

6. “Ibadah Haji Bagi Tuna Netra” (Karya Ilmiah dalam Majalah Al-‘Adalah No. 20-21 Edisi Juli 1998

7. “Membingkai Potret Laboratorium PPI Fakultas Syari’ah” (Karya Ilmiah dalam rangka Lokakarya Laboratorium Hukum Islam Fakultas Syari’ah) Tahun 1999

8. “Zakat Pegawai Negeri Dalam Perspektif Hukum Islam” yang dipublikasikan dalam Majalah Al-‘Adalah No.25 Edisi Agustus-Des 2000

9. “Narkoba, Bahaya, Sangsi Hukuman dan Upaya Penanggulangannya” (Karya Ilmiah/ Diskusi 29 Februari 2000

10. “Kejahatan Pukat Harimau” yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan Kebudayaan Islam) Al-‘Adalah No. 3 Edisi September-Desember 2003

11. “Islam, Terorisme Dan Bom Bali” (dalam sebuah renungan), yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan kebudayaan Islam Al-‘Adalah No.1-2 Edisi Agustus 2003

12. “Isu Terorisme Dan Kepentingan AS”, Artikel yaqng dipublikasikan dalam Koran/harian Media Massa, Lampung Post (Ruang Opini), Senin, 08 September 2003, hlm: 07

13. “Menyelamatkan STPDN” Artikel yang dipublikasikan dalam Koran/harian Media Massa, Lampung Post (Ruang Opini), Rabu, 01 Oktober 2003, hlm: 07

14. “Pengendalian Diri” Artikel yang dipublikasikan dalam Koran/harian Media Massa, Lampung Post “Ruang Opini”, Jum’at, 24 Oktober 2003, halaman 07

15. “Karakter Pemimpin Ideal” Artikel yang dipublikasikan Dalam Koran/harian Media Massa, Lampung Post “Ruang Opini”, Jum’at, 28 November 2003, halaman 07)

16. “ajaran Islam Tentang Makna Idulfitri”, yang dipublikasikan dalam Jurnal Hukum dan Kebudayaan Islam Al-‘Adalah No. 6 Edisi Sept-Des 2004

Selain mengadakan penelitian dan menyusun buku, serta menulis dalam jurnal ilmiah, saya juga sering mengikuti aktivitas ilmiah lain seperti: Seminar, Work Shop (pelatihan), mulai dari level Program Studi, Jurusan, lokal, regional, nasional dan Internasional yang antara lain:

1. Peserta Seminar Nasional ”Syirkah ’Inan Sebagai Badan Usaha Ekonomi Fakir Miskin Penerima Zakat, dalam Perspektif ke-Indonesiaan” (di Bandar lampung, 18-19 Januari 1993)

2. Pendidikan dan Pelatihan Kader Fungsional ”Pers dan Media Massa” Golongan Karya Tingkat I Lampung, di Gedung Golkar, 22 – 23 Juli 1995

3. Peserta “Semiloka Peduli Syari’ah”, Mencari titik Temu Lembaga-lembaga Syari’ah di Indonesia, yang diselenggarakan di IAIN Jakarta, (26-27 Juni 2001)

4. Pelatih ”Training Of Trainers (TOT) Seni Baca Al-Qur’an (31 Agustus-13 September 2004)

5. Peserta “Lokakarya Nasional/ Diskusi Panel Pengembangan Master Plan IAIN Raden Intan Menuju UIN 2004/2005-2014/2015” ,15 Septembr 2004

6. Peserta “Seminar Nasional dan Lokakarya Pengembangan Master Plan IAIN Raden Intan Bandar Lampung Menuju UIN” , 29 Septembr 2004

7. Peserta ”Seminar dan Lokakarya Pendirian Lembaga Pendidikan dan Bantuan Hukum Fak.Syari’ah IAIN Raden Intan, 30 Desember 2004

8. Peserta “Lokakarya dan Simposium Nasional Kurikulum Fakultas Syari’ah” (05-06 Desember 2005)

9. Peserta Seminar “International Conference on Social Develoment” diselenggarakan di Balai Keratun Gubernuran Lampung, 22 Juli 2006

10. Peserta Seminar Nasional “Prospek dan Pengembangan Wakaf Tunai di Indonesia” diselenggarakan di Gedung Wanita Metro,19 Septemb 2006

11. Peserta Seminar Nasional “Penentuan Awal Bulan Qamariyah Antara Hisab dan Rukyat” , 04 Desember 2006

12. Peserta ”Pelatihan Pelatih Tenis Meja Se-Kota Bandar Lampung” (30 Juni - 01 Juli 2007)

13. Peserta Seminar International “Challenges and Opportunities For IAIN Raden Intan Bandar Lampung in Global Era” diselenggarakan di Hotel Marcopolo, 26 Nopembr 2007


Keikutsertaan dalam penyelenggaraan kegiatan ilmiah, antara lain:

1. Anggota Pengarah, Seminar Sehari ”Islam dan Etika Berpolitik”, 29 Februari 1999

2. Wakil Ketua “Seminar Nasional Zakat dan Pajak dalam Perspektif Hukum Islam”, 05 Mei 1999

3. Ketua Pelaksana ”Tim Pelaksana Pelatihan Seni Baca Al-Qur’an”, 28 Agustus 2004

4. Sekretaris Tim Pelaksana “Konsorsium Ilmu Kesyari’ahan IAIN Raden Intan”,16 April 2007

Melalui kegiatan dan keikutsertaan dalam penelitian, seminar dan pelatihan ilmiah tersebut di atas, diharapkan dapat memperluas wawasan dan sekaligus mempertajam analisa keilmuan yang saya geluti.

Buku dengan judul “Fiqh Ibadah” Jilid-I, Cet. April 2002, (ISBN: 979-3161-01-0)
tersbut juga, digunakan sebagai acuan bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengajian di masjid tempat saya berdomisili.

Saya juga sedang menulis buku ajar untuk keperluan mahasiswa, yaitu Fiqh Ibadah Jilid II sebagai kelanjutan Fiqh Ibadah Jilid I.. Mudah-mudahan buku tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.


C. Peningkatan KualitasManajemen/ Pengelolaan Institusi (Perubahan Pengelolaan, Implementasi dan Dukungan Institusi)



Saya mulai mengajar di Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan Bandar Lampung sebagai tenaga pengajar tidak tetap (Dosen Luar Biasa/ DLB) dari tahun 1986; kemudian diangkat sebagai Dosen Tetap dari bulan Oktober 1988. Selama bertugas sebagai dosen/ pengajar di IAIN Raden Intan, pengalaman dan kontribusi pemikiran saya dalam pengelolaan institusi antara lain sebagai berikut:

1. Pada awal bertugas di Fakultas Syari’ah dengan status sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, saya ditugaskan sebagai staf, yang bertugas membantu sie Keuangan dan Material Fakultas Syari’ah.
Perubahan yang signifikan setelah tiga bulan saya bertugas, bila sebelumnya honor Dosen/ Tenaga Pengajar, baru diterima setelah satu bulan (30 hari) berikutnya, karena terlambat pengetikan, penghitungan dan pencairan di Rektorat. Alhamdulillah dapat dipercepat dalam tenggang waktu lima sampai sepuluh hari bulan berikutnya (muncul istilah diterima sebelum keringat kering).

2. Ketua Jurusan Jinayah Siasah (JS) Fakultas Syari’ah (1998-2002). Sebagai penyelenggara Pendidikan dan Pengajaran, pengelolaan administrasi jurusan dan penyelenggaraan ujian akhir untuk mahasiswa yang akan menenmpuh ujian skripsi, ujian Komprehensip.
Pada awal bertugas, belum ditemukan buku agenda khusus yang sepesialisasi dalam bidang-bidang kegiatan jurusan, yang ada hanya arsip lembaran jadwal ujian skripsi, jadwal ujian komprehensip,. Namun alhamduliillah saya dapat menghimpun khusus buku agenda ujian-ujian tersebut, termasuk menghimpun daftar nama alumni Jurusan dari beberapa tahun sebelumnya.
Pada periode Dekan sebelumnya, insentif Kajur dan sekjur amat tidak layak yaitu Rp 100.000. potong 15 % untuk kajur dan Rp 75.000 potong 15 % untuk sekjur, Kemudian timbul insisiatif dan atas kesepakatan serta kerjasama dengan Kajur-kajur yang lain, mengusulkan kepada Rektor untuk dipertimbangkan kembali kelayakan insntif Kajur dan Sekjur. Alhamdulillah, tahun berikutnya, mendapat respon yang baik dan usulan kami dipenuhi oleh Rektor.

Ketika Tim Akreditasi turun dari Jakarta, akan menilai untuk yang pertamakalinya di IAIN (termasuk pada Jurusan JS), saya bersama Sekjur JS yang belum mengerti kriteria apasaja yang akan dinilai oleh TIM dikala itu. Karena adminstrasi yang sudah tersusun jauh sebelum kedatangan tim, data yang sudah terhimpun, karya ilmiah yang sudah terdeteksi jauh sebelumnya, bukan karena ada TIM, saya tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk menunjukan bukti (data yang ada), hasilanya alhamdulillah Akreditasi pertamakali pada Jurusan JS mendapat nilai “B”. Pimpinan fakultas mengacungkan jempol atas perolehan nilai yang menggimbirakan hati untuk yang pertama kalinya ini.

3. Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syari’ah (2006-2007). Sebagai Pembantu Dekan III Pengganti Antar Waktu (PAW), karena pejabat sebelumnya meninggal dunia, saya terpilih oleh anggota Senat untuk meneruskannya. Tidaklah banyak kegiatan yang saya lakukan, karena waktunya amat singkat. Meskipun demikian karena banyaknya kegiatan olahraga bagi mahasisiwa antar fakultas dan antar Perguruan Tinggi, sementara di Fakultas Syari’ah tidak ditopang akan sarananya, maka saya mengaktifkan olahraga bagi Mahasiswa yang hobbi, dan mengusahakan Meja olahraga Tenis meja yang barui. Alhamduilillah mendapat restu dari Dekan sehingga Meja Tenis Meja yang baru terujud berikut perangkatnya, dan mengusahakan sarana olahraga Catur. Sedangkan lapangan dan sarana Volly Ball belum terealisasi pada saat itu.

Karena kegiatan ilmiah mahasiswa yang hampir fakum, maka saya menginstrusksikan program bedah buku untuk merealisasikan dana mahasiswa yang hampir tiap tahun terdapat sisa yang tidak terpakai lantaran tidak ada kegiatan. Alhamdulillah Mahasiswa dari 3 Jurusan yang berbeda dapat melakukan kegiatan bedah buku ilmiah dengan mendatangkan Nara sumber dari unsur Dosen dikalangan sendiri dan dari Universitas Lampung; dan bersama mahasiswa menggalakkan ceramah dan diskusi ilmiah dalam mengisi aktivitas menjelang berbuka Romadhon dan taraweh bersama.

Untuk menopang alumni fakultas Syari’ah, saya dipercaya oleh Dekan untuk menggagas dan memprakarsai berdirinya LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum). Setelah Proposal selesai saya buat, dan saya konsultasikan dengan LKBH yang ada di Universitas Lampung, Konsultasi dengan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) serta mengadakan kontak dengan Ketua Asosiasi Syari’ah yang berpusat di IAIN Semarang untuk melobi kesediaannya, namun periode jabatan saya berakhir, maka pekerjaan itu belum terselesaikan dengan sempurna. Namun alhamdulillah gagasan itu disahuti positif dan kini ditindak lanjuti oleh Pimpinan Fakultas periode setelahnya, sehinga berdirilah LKBH Fakultas Syari’ah sampai sekarang ini.


D. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa (Perubahan Pengelolaan, Implementasi Kebijakan, dan Dukungan Institusi)



































Dalam meningkatkan kegiatan mahsiswa, usaha-usaha yang pernah dan selalu saya lakukan antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai Dosen Pembimbing Akademik (PA)
Setiap tahun ajaran, saya mengumpulkan mahasiswa semester awal di bawah bimbingan saya dengan mengambil tempat di ruangan kerja saya, terkadang di ruangan kelas, atau ruangan rapat, untuk memebritahukan bahwa saya sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang bertugas, berkewajiban dan berkedudukan sebagai orang tua mahasiswa di kampus. Sehingga setiap mahasiswa dapat berkonsultasi kepada saya sebagai Dosen PA, kapan saja dan dimana saja, secara langsung atau via handphon (HP) untuk menyampaikan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan sendiri, baik yang berkenaan dengan mata kuliah, masalah judul skripsi, maupun masalah pribadi, sehingga dapat memperlancar timing dan planing perkuliahan.

2. Sebagai Dosen Pengasuh Mata Kuliah
Pada awal perkuliahan, terlebih dahulu saya mengenalkan diri dan mengadakan kontrak pembelajaran dengan mahasiswa secara bersama-sama, literatur yang perlu dibaca, deskripsi mata kuliah dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), kegiatan tatap muka, tugas dan keriteria hasil penilaian. Pada kuliah selanjutnya materi yang saya ajarkan selalu saya berikan contoh yang aktual dalam kehidupan masyarakat.
Strategi yang saya gunakan terkadang: - Critical insident (Pengalaman Penting), - Question Students Have (Pertanyaan Mahasiswa), - Active Debate (Debat aktiv), - Modeling the Way (Memberi Contoh Demonstrasi), - Lightening the learning (Menghidupkan Suasana Belajar), - Bermain jawaban. Setelah akhir perkuliahan, saya meminta mahasiswa untuk menilai saya, terkadang secara lisan dan terkadang membagikan angket untuk menilai saya baik dalam penampilan, maupun dalam kegiatan mengajar serta memberi saran dan masukan, sehingga diharapkan perkuliahan yang akan datang dapat lebih baik lagi.

3. Sebagai Dosen Praktik Pengamalan Ibadah (PPI)
Dalam menjalankan Praktik Pengamalan Ibadah, Mahasiswa dituntun praktik sholat janazah dan Pembuatan Kain Kafan (untuk orang meninggal); mahasiswa langsung praktik dengan menggunakan peralatan gunting dan kain secukupnya, serta boneka. Setelah selesai praktik, mahasiswa diuji keberaniannya, siapa yang berani membuat kain kafan yang apabila ada orang meninggal lalu membutuhkan kita. Bila ada yang berani, akan saya panggil untuk datang. Dari sekian mahasiswa itu ada yang berani mengangkat tangan siap untuk dipanggil apabila ada yang membutuhkan untuk membuat kain kafan bila terjadi ada yang meninggal.

4. Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan KKN
Program Praktik Peradilan Semu yang diselenggarakan oleh Laboratorium Hukum Islam (LHI) bekerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) Tanjungkarng. Dalam praktiknya mahasiswa dituntun praktik beracara, yang pada mulanya mahasiswa diwajibkan mengikuti teori, lalu mengahadiri sidang di PA selama 5 x sidang, setelah itu praktik di lokal khusus, sebagaimana yang telah dilihat, lalu diterapkan, ada yang bertindak sebagai Hakim, Panitera, Penggugat dan Tergugat dibawah bimbingan Hakim PA dan Dosen Pembimbing Lapangan.. Tugas saya mengontrol, mengarahkan pembuatan laporan dan menilai hasil keraja dan laporannya.

Sebagai Dosen Pembimbing KKN
Bagi Mahasiswa, KKN adalah salahsatu kegiatan yang harus ditempuh oleh mahasiswa semester V dan VII agar KKN berjalan efektif, selama kegiatan KKN mahasiswa dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN. Kegiatan saya sebagai DPL-KKN, dimulai dari mengarahkan dari kampus, membimbing, mengarahkan dan mengontrol kegiatan mahasiswa di lapangan, pulang ke kampus dan membimbing pembuatan laporan, serta menilai hasil kerja mahasiswa KKN.

5. Sebagai Dosen Pembimbing Skripsi
Tugas akhir mahasiswa adalah membuat karya ilmiah/ skripsi dan ujian skripsi. Selama penyusunan skripsi, mahasiswa dibantu oleh Dosen Pembimbing. Selaku pembimbing, saya mengarahkan mahasiswa dari menyusun proposal skripsi, seminar proposal, perbaikan hasil seminar, ke lapangan, seminar hasil penelitian, dan diakhiri dengan ujian skripsi. Dalam mengoreksi skripsi, saya tidak ingin berlama-lama, ada yang dikoreksi saat itu juga, dan ada yang dikoreksi dengan limit 2 hari. Semua kegiatan sehubungan dengan skripsi, saya harus sabar, teliti, dan serius. Jika tidak demikian hasilnya tidak memuaskan. Alhamdulillah semuanya dapat saya laksanakan dengan baik dan mahasiswanya juga merasa puas dengan hasil kerjanya..



E. Peningkatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Kegiatan dan Implementasi Perubahan serta Dukungan Masyarakat )



































Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah saya laksanakan antara lain:sebagai berikut:

1. Memeberikan Khutabah Juma’at pada Masjid Baitul Muslimin, Masjid Al-Muhajirin, Masjid Al-Rahman dan Masjid Hafshatul Iman, sebagaimana telah dijadwalkan.
Dalam memberikan Khutbah, saya menyampaikan selain pesan agama, juga diramu dengan fenomena yang terjadi di Bumi Indonesia ini. Sampai saat ini saya masih tetap dijadwal untuk menjadi khatib di berbagai masjid.

2. Selain Sebagai Imam Tetap di Masjid Al-Muhajirin, juga sering memberikan pengajian Bapak-bapak, Ceramah menjelang taraweh (yang terjadwal) disetiap bulan ramadhon pada keempat masjdi diatas, kecuali itu pada masjid lain yang bersifat insidental. Setelah selesai taraweh hampir ada petanyaaan dari masyarakat tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan bidang agama.

3. Menjadi Pengurus Rukun Kematian, dalam pelaksanaannya apabila terdapat kematian khususnya bagi kaum laki-laki, saya sering dipercaya oleh masyarakat dan ahli waris yang ditinggalkan, untuk memimpin shalat janazah dan membuatkan Kain Kafan bagi keluarga yang meninggal, bahkan memimpin acara di kuburan/ pemakaman.

4. Bersama teman-teman sebagai pengurus Baitul Mal wa Tamwil (BMT) al-Muhajirin. Dalam pelaksanaannya, saya sebagai Dewan Pertimbangan Kesyari’ahan. Alhamdulillah BMT tersebut semakin mengalami kemajuan dan dapat membantu pedagang kecil dan atau orang yang sedang membutuhkan pinjaman dana. Dengan didirikanna BMT ini, masyarakat sekitar meyahutinya dengan senang hati tanpa ada paksaan.

5. Mengadakan Qurban bersama Tabungan Qurban), dalam pelaksanaannya setiap 7 orang dikelompokan menjadi satu untuk menggotong pembelian hewan sapi. Aplikasinya hampir setiap hari raya Qurban, Masjid Al-Muhajirin tidak sepi dari pemotongan hewan qurban untuk dibagikan kepada fuqara wal masakin yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal saya. Masyarakat amat mendukung dengan program ini, dan fakir miskin mnyambut gembira atas pelaksanaannya..

6. Mengadakan sarana olahraga Tenis Meja, dalam pelaksanaanya, setiap sore masyarakat yang gemar bermain tenis meja sambil berolahraga, datang dan kumpul bermain. Hal ini dirasakan bagi yang hobi untuk meningkatkan daya kesehatan, selain itu juga berjiwa spotifitas dalam berolahraga.



BAGIAN II

F. Faktor Pribadi dalam Berbagai Situasi dan Kondisi (Kendali diri, Kesabaran, Ekspresi Perasaan dan Rasionalitas)




































Sebagai seorang pendidik (dosen), saya senantiasa sadar dan selalu berusaha agar dapat mengendalikan diri, baik di kampus dengan mahasiswa, teman sejawat, atasan, maupun dalam pergaulan sehari-hari ditengah masyarakat umumnya.; demikian juga dalam forum-forum ilmiah, seminar, diskusi, pnengendalian diri menjadi keberhasil setiap individu, terlebih lagi saya menyadari, bila saya sebagai tenaga pengajar di sebuah lembaga perguruan Tinggai Agama Islam Negeri.

Berkenaan dengan kesabaran, saya menyadari, bila saya merupakan seorang kurang penyabar, akan tetapi sebagai seorang pendidik (dosen) saya juga menyadari harus bersikap tegas, baik dalam mengahadapi mahasiswa, teman sejawat, dalam lingkungan rumah dan tetangga. Kendali diri dan sabar sudah menjadi komitmen hidup saya, saya bersemboyan: “Menjadi seorang pemarah itu gampang, tapi menahan kemarahan tidaklah mudah”.

Dalam kehidupan betetangga, ketika terjadi keributan di rumah tetangga (suami isteri) yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, yang mengakibatkan sang isteri kabur dan tidak mau pulang, lebih baik cerai daripada kembali. Saya diminta untuk berupaya mendamaikan, menasehati dan membujuk untuk rukun kembali. Alhamdulillah upaya saya berhasil, sehingga kelauarga dekat mereka juga berterimakasih atas upaya yang telah saya laukukan.


G.. Etos Kerja (Semangat, Target Kerja, Disiplin dan Ketangguhan)


































Menjadi guru atau dosen adalah merupakan pilihan dan cita-cita saya sejak kecil, sejak Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi saya selalu memperhatikan ragam variatif yang dilakoni oleh masing-masing guru/dosen, ada yang santai, disiplin, ramah, kejam, menyenangkan dan menakutkan. Ada yang tampak menguasai materi dan ada yang tidak. Melihat keragaman sifat dan pola itu saya mengambil contoh: yang palig disenangi oleh kebanyakan murid/ mahasiswa. .

Ketika saya kuliah di tingkat Doktoral I (tingkat IV tahun 1984), selesai Sarjana Muda, saya ditawari oleh seorang dosen senior yang ada di Fakultas Syari’ahuntuk menjadi asisten beliau untuk mengajar mata kuliah Pengantar Ilmu Tafsir, tanpa pikir panjang saya sahuti dan saya terima tawaran itu, perasaan saya ketika itu, ibarat mendapatkan bintang terang dan bulan purnama.
Selama 6 bulan (satu semester) saya mengajar, dengan penuh kesungguhan dan disiplin yang tinggi alhamdulillah saya mampu menurut ukuran saya. Setelah berjalan 1 tahun (ketika saya kuliah tingkat Doktoral II/ Tingkat V), saya juga mendapat tawaran dari dosen senior yang lain juga dalam mata kuliah Fiqh Ibadah. Alhamdulillah dengan berkat kejujuran, kesabaran, kesungguhan dan kedisiplinan, beberapa bulan sejak ujian akhir Sarjana/ sekarang S1 bulan April 1986 saya diarahkan oleh beberapa dosen senior untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Dosen tetap di Fakultas Syari’ah., pada bulan Oktober 1986 saya mengikuti tes dan dinyatakan diterima menjadi CPNS terhitung bulan April 1987. Pada bulan Mei 1987 saya dipanggil untuk bekerja pada Fakutas Syari’ah. Kurang lebih 3 bulan saya bekerja, atas kepercayaan Fakultas saya diserahi tugas mengelola tugas Kasi Keuangan dan Matrial, lanataran Kasi Keuangan dan Matrial (Keumat) ketika itu masuk usia pensiun.

Tugas-tugas ini saya anggap amanah, dan saya berusaha melaksanakan dengan senang hati, semangat, dan tepat waktu. Pekerjaan yang dapat saya selesaikan hari ini, saya usahakan selesai hari itu juga dengan baik, bahkan saya bawa pulang (lembur di rumah) sehingga keesokan harinya pekerjaan sudah terselesaikan semua.

Dalam menjalankan tugas saya memiliki target yang dilandasi disiplin yang tinggi, Contohnya: - Tatap muka di kelas dengan mahasiswa, saya selalu memenuhi target maximum tatap muka.; - Koreksi ujian smester, saya selalu menyerahkan tepat waktu (tidak lebih dari 7 hari) setelah pelaksanaan ujian; - Dikala menjalani studi S2 di Unila, saya tidak mendapatkan baiaya bantuan studi selama 2 smester pertama, sebagaimana teman-teman yang lain, namun menurut saya, hal itu bukan merupakan kendala yang pokok, prinsip hidup saya, “Allah akan memeberikan rizki bukan hanya dengan satu jalan”
.
H. Integritas Diri (kejujuran, Keteguhan pada Prinsip, Konsisten, Tanggung jawab, dan Keteladanan..


































Kejujuran saat ini sangat mahal, orang jujur sudah langka, tetapi masih ada orang jujur saat ini dikatakan bodoh alias tidak normal. Akan tetapi saya senang pada orang jujur.

Saya merasa diri saya sebagai orang yang jujur, karena saya merasa tidak memanfaatkan harta benda baik milik pribadi maupun milik negara yang saya selewengkan. Perinsip hidup yang saya pegang adalah: biarlah saya tidak punya, daripada menyimpangkan dan menyelewengkan hak dan kepunyaan orang lain.
Saya menduga, bahwa amanah dan jabatan yang pernah saya emban selama ini diperoleh karena sifat jujur, teguh pada pendirian, dan rasa tanggungjawab pada tugas. Selama saya dipercaya menduduki jabatan, saya belum pernah menyia-nyiakannya. Demikian juga terhadap anak dan isteri, keterbukaan terhadapsesuatu hal selalu diutamakan dengan cara musyawarah mufakat.

Saya selalu menjaga sikap, tingkah laku dan/atau etika terhadap sesama mahasiswa, sesama teman sejawat, sesama atasan, demikian juga terhadap rumah tangga dan terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal. Saya akan mengatakan “Ya” kalau memang hal itu benar, dan saya akan mengatakan “Tidak” kalau hal itu memang salah.

I. Keterbukaan Terhadap Kritik, Saran, dan Pendapat orang Lain (Penyikapan dan Penerimaan)




































Selama saya menjadi dosen dan pejabat, baik di dalam kampus, di luar kampus, maupun di tengah masyarakat, saya tidak alergi dengan keritik/ saran dan atau pendapat dari orang lain. Keritik dari teman sejawat, atasan langsung, mahasiswa, dan bahkan dari sanak keluarga, ahli famili maupun masyarakat selalu saya terima, saya renungkan, dianalisa, mana yang baik yang bersifat konstruktif, saya ucapkan terimaskih dan saya laksanakan. Saya berperinsip wajar-wajar saja, dan itulah kritik dan saran yang terbaik menuju perubahan yang lebih baik lagi. Memang pepatah mengatakan: “Gajah di pelupuk mata tak tampak, sementara Tungau diseberang lautan akan tampak”

J. Peran Sosial (Kemampuan Kerjasama dan Kemampuan Komunikasi)

































Menurut hemat saya, bekerjasama dan berkomunikasi dengan siapa saja di kampus, di kantor, di lingkungan tetangga dan masyarakat sangat baik. Tanpa kerjasama dan komunikasi yang baik dengan sesama tiada berarti hidup ini. Sebagai Bukti Kerjasama dan Komunikasi ini seperti: Ketika saya dipercaya oleh Pimpinan Fakultas untuk menggagas pendirian Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum, saya berkonsultasi dengan LKBH Universitas Lampung, saya tukar pikiran dengan Ketua Asosiasi Advokat Indonesia Provinsi Lampung, dan minta pertimbangan dan Konsultasi dengan Ketua Asosiasi Syari’ah di IAIN Semarang. Contoh lain: Saya dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Seminar Nasional Zakat dan Pajak dalam Perspektif Hukum Islam (Mei 1999), dipercaya menjadi anggota Senat Fakultas (2004-2008), Personalia Laboratorium Hukum Islam (2004-2008), dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Sekolah SMPNegeri (2006-2009) menjadi .Biro Perdata Agama pada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (2008-2012)

Di Lingkungan tetangga, saya masih dipercaya untuk menjadi Penasehat Pengurus Masjid, Pengurus Rukun Kematian, Pengurus BMT. Di Bandar Lampung saya dipercaya sebagai Pengurus Kota Tenis Meja Kota Bandar Lampung. Di tingkat Provinsi, saya masih dipercaya untuk menjadi Ketua bidang Pendidikan dan Agama Kosgoro Provinsi Lampung.








K. Orisinalitas (Kreativitas dan Inovasi)

































Profesi saya adalah guru atau dosen, yang tugas utamanya adalah melaksanakan pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Kreativitas dan inovasi diperoleh dari rutinitas tugas akademis belajar mengajar di kelas, dalam mengajar, dalam penelitian, selama ujian-ujian muncul inovasi belajar mengajar yang efektif.
Contoh:
- Ketika mahasiswa kesulitan mencari buku yang langka dijual di pasaran, saya mencoba menulis buku ajar, agar mahasiswa merasa terbantu refrensinya;
- Ketika melihat mayat, membaca harian media massa bahwa ditemukan mayat anonim di halaman pertokoan, lalu 2 hari bermalam di ruang unit janazah di Rumah Sakit karena tidak memiliki sanak keluarga, muncul pemikiran saya untuk meneliti tentang: “Problematika Pengurusan Janazah tanpa Identitas” (Studi di RSU Abdul Moeloek Provinsi lampung) Penelitian tahun 2001, (ISBN: 979-3161-01-9)
- Ketika maraknya Panti Pijat di Bandar Lampung, muncul pemikiran untuk meneliti tentang: “Klinik Tradisional Dalam Upaya Menghimpun Tenaga Kerja Wanita, Studi Kasus Pada Panti Pijat di Kecamatan Teluk Betung Selatan” (Penelitian Individu), Tahun 1999.

Deskripsi ini saya buat dengan sesungguhnya dari lubuk hati yang dalam, dan saya bertanggungjawab penuh atas kebenarannya, dan apabila diperlukan saya bersedia menyampaikan bukti-bukti terkait.





Mengetahui:
Atasan langsung
Ketua Jurusan Mu’amalah




Drs. H. Irwantoni, M.Hum
NIP. 150246830
Bandar Lampung, 15 April 2009
Dosen Bersangkutan,




Drs. Khoirul Abror, M.H
NIP. 150231379

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar